Eksplorasi Konsep - Modul 1.2.B. BAGAIMANA MANUSIA MERDEKA BERGERAK
- Sabtu, 10 Agustus 2024
- Administrator
- 0 komentar
B.1. Manusia Merdeka: Berdaya dalam Memilih (Teori Pilihan)
Ki Hadjar Dewantara pernah mengingatkan pada kita tentang konsep manusia merdeka, yaitu: mereka tidak terperintah, mereka dapat menegakkan dirinya, tertib mengatur perikehidupannya, sekaligus tertib mengatur perhubungan mereka dengan kemerdekaan orang lain. Dengan begitu, pendidikan seyogyanya adalah upaya sadar untuk menumbuhkan manusia-manusia yang merdeka. Dalam pernyataannya yang lain, Ki Hadjar Dewantara (Dasar-dasar Pendidikan, 1936), menyampaikan bahwa: “Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat.”
B.2. Manusia Merdeka: Termotivasi dari Dalam (Motivasi Intrinsik)
UU RI No. 20/2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I, Ketentuan Umum Pasal 1, No.1, menyatakan: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”
Pernyataan tersebut merupakan penguatan bahwa pendidik harus menuntun segala kekuatan kodrat anak dari dalam. Ryan dan Deci (2000) melalui teori determinasi diri (self-determination theory), mengisyaratkan bahwa pendidik perlu fokus dalam menyediakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang memungkinkan anak menguatkan dan menumbuh-kembangkan motivasi intrinsik mereka. Dalam penerapannya, suasana belajar dan proses pembelajaran yang disediakan harus dapat membuat anak senantiasa: merasa kompeten (mampu, dapat, cakap), merasa saling-terhubung (kebutuhan sosial yang diusahakan oleh individu untuk membangun hubungan dengan sesamanya), dan merasa otonom (mandiri, merdeka).
Jadi, jika kita mengharapkan anak memiliki determinasi atau ketetapan hati, dalam menentukan jalan kodrat mereka, maka anak harus mampu menghayati perasaan akan kompetensi, otonomi, dan relasi mereka dan mengambil makna positifnya. Kata "merasa" menjadi kata yang penting untuk diperhatikan karena menunjukkan bahwa suasana dan proses pembelajaran harus mampu menguatkan anak di tingkat “perasaan” sehingga bersifat pribadi dan mendalam bagi masing-masing anak. Dengan demikian, para pendidik harus mulai dan terus menguatkan dirinya untuk menumbuh-kembangkan motivasi intrinsik.
B.3. Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila
Dunia pendidikan Indonesia kini telah memiliki acuan Profil Pelajar Pancasila (Bacaan 3) sebagai gambaran, proyeksi, dan harapan yang bangsa kita upayakan agar mewujud pada murid Indonesia di masa depannya kelak. Jadi masuk akal rasanya jika Profil Pelajar Pancasila tersebut pun dihidupi oleh para pendidik sebagai model mental mereka. Profil Pelajar Pancasila mengandung enam dimensi yang kesemuanya berakar pada falsafah Pancasila:
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia;
- Mandiri;
- Bergotong-royong;
- Berkebinekaan global;
- Bernalar kritis;
- Kreatif.
Bersamaan dengan itu, diharapkan Bapak/Ibu juga mulai mengenali dan memaknai nilai-nilai Guru Penggerak. Nilai-nilai ini diharapkan dapat menguat pada diri Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak untuk menjalankan peran terutama dalam persoalan strategis, melampaui persoalan teknis atau operasional.
B.4. Nilai-nilai Guru Penggerak
Rokeach (dalam Abdul H., 2015), menyatakan bahwa nilai merupakan keyakinan sebagai standar yang mengarahkan perbuatan dan tolok ukur pengambilan keputusan terhadap objek atau situasi yang sifatnya sangat spesifik. Kehadiran nilai-nilai positif dalam diri seseorang akan membantu mereka mengambil posisi ketika berhadapan dengan situasi atau masalah, sebagai bahan evaluasi ketika membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Tugas :
- Manakah dari nilai-nilai Guru Penggerak yang dikuatkan setelah Bapak/Ibu memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik?
- Tindakan spesifik apa yang dapat dilakukan untuk menguatkan diri Bapak/Ibu sendiri untuk memberdayakan murid dalam memilih jalan kodratnya sekaligus menguatkan tumbuhnya motivasi intrinsik mereka dalam mengejawantahkan Profil Pelajar Pancasila?
Jawaban
1. Manakah dari nilai-nilai Guru Penggerak yang dikuatkan setelah Bapak/Ibu memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik?
Pendidikan harus mampu menuntun anak untuk memilih jalan kodrat yang menguatkan mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat. Sebagai manusia kita perlu memperhatikan hubungan kita dengan tuhan, diri kita sendiri, antar sesama, maupun dengan lingkungan. Seorang guru harus mampu menuntun murid sesuai kodratnya agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat,
Nilai-nilai yang harus dikuatkan oleh seorang Guru Penggerak adalah mampu memahami dan mengaktualisasi 5 nilai Paradigma Berfikir seorang Guru Penggerak, yaitu :
- Mandiri : Tergerak, bergerak dan menggerakkan, mendorong dirinya untuk bergerak melakukan inovasi dan perubahan sesuai tujuan pendidikan saat ini yaitu mencetak profil pelajar pancasila
- Reflektif : Memaknai/memahami setiap pengalaman yang ditemui, Karena pengalaman akan memberikan pelajaran di masa depan
- Kolaborasi : Membangun hubungan kerja positif terhadap rekan kerja, bekerjasama, sharing bersama murid, guru dan komunitas guru
- Inovasi : Kreatif dalam ide baru, mengemas pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan serta berpihak pada peserta didik
- Berpihak pada murid : bebas dari ikatan, dengan suci hati mendekati anak bukan untuk meminta sesuatu hak, melainkan tulus ikhlas berpihak pada anak Motivasi Instrinsik harus kita gencarkan.
Dari nilai paradigma tersebut yang harus paling ditonjolkan dan menjadi tantangan adalah nilai berpihak kepada murid dan nilai mandiri.
Motivasi intrinsik yang di maksud adalah Jenis motivasi yang timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri.
Seorang Guru Penggerak harus senantiasa :
- Mendorong dirinya sendiri untuk melakukan aksi serta mengambil tanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada dirinya.
- Bersikap mandiri juga berarti mampu mendorong dirinya sendiri untuk bergerak, meningkatkan kualitas profesionalismenya sendiri dan melakukan inovasi/perubahan untuk mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.
- Bersikap memimpin pembelajaran, memimpin manajemen sekolah, serta pengembangan sekolah
2. Tindakan spesifik apa yang dapat dilakukan untuk menguatkan diri Bapak/Ibu sendiri untuk memberdayakan murid dalam memilih jalan kodratnya sekaligus menguatkan tumbuhnya motivasi intrinsik mereka dalam mengejawantahkan Profil Pelajar Pancasila?
- Tergerak untuk meningkatkan kualitas profesionalisme sendiri dan melakukan inovasi/perubahan untuk mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.
- Membangun budaya belajar yang betul-betul berpihak kepada anak, yang betul-betul memberi ruang kepada setiap individu anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya. Karena yang lebih menentukan tumbuh kembang anak adalah kodratnya sebagai manusia yang berpikir.
- Membangun kolaborasi dengan teman sejawat untuk menciptakan atau merancang strategi pembelajaran agar tetap berinovasi.
- Pembelajaran yang berpusat pada murid harus fokus pada kemampuan dan karakteristik murid, supaya murid dapat mencapai tujuan pembelajaran yang lebih bermakna dan mencerminkan Profil Pelajar Pancasila.