You need to enable javaScript to run this app.

Mulai dari diri - Modul 1.2 e

  • Jum'at, 02 Agustus 2024
  • Administrator
  • 0 komentar
Mulai dari diri - Modul 1.2 e

ujuan Pembelajaran Khusus:

          1. CGP dapat mengidentifikasi nilai-nilai diri sendiri, yang selama ini melekat dalam pribadinya.
          2. CGP dapat menjelaskan peran dirinya sebagai seorang Guru di dalam lingkungan sekolahnya masing-masing

Selamat datang Bapak/Ibu CGP di Pembelajaran pertama dalam Modul 1.2 ini!

Pada kesempatan ini, pembelajaran akan dimulai dengan membuat diagram trapesium usia dan menjawab beberapa pertanyaan mengenai diri Bapak/Ibu. Agar mendapatkan manfaat yang maksimal dari kegiatan ini, hal yang perlu diperhatikan ketika menjawab pertanyaan nanti adalah kejujuran Bapak/Ibu dalam memberikan jawaban. Tidak ada jawaban benar ataupun salah. Apa yang menjadi pertanyaan hanyalah upaya untuk membantu menggali pengalaman serta nilai diri Bapak/Ibu sendiri. Silakan jawab semua jangan sampai terlewat. Ambil waktu khusus agar dapat mengerjakannya dengan tenang. Selamat Mengerjakan!


Trapesium usia 

Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi Ifa Hanifah Misbach, M.A., Psikolog (Ketua Tim Pengembang Jabar Masagi) dan Alm. Prof. Dr. H. Sutardjo A. Wiramihardja, Psikolog (Guru Besar Emeritus Fakultas Psikologi Unpad) beberapa tahun yang lalu.

[sumber: Modul pendidikan karakter Jabar Masagi]

Di sini Bapak/Ibu akan membuat Diagram Trapesium Usia-nya sendiri dengan mengikuti instruksi berikut:

  1. Buatlah garis miring naik ke atas (sisi kiri), tuliskan usia saat Bapak/Ibu menyelesaikan masa sekolah pada ujung garis tersebut.
  2. Lanjutkan dengan membuat garis mendatar (tengah), yang menunjukkan usia kerja. Pada salah satu titik di garis tersebut, tuliskan angka yang menunjukkan usia saat ini.
  3. Buatlah garis miring menurun (sisi kanan) untuk menandakan masa pensiun.
  4. Ingatlah dua peristiwa penting pada masa sekolah; satu peristiwa bernuansa positif dan satu lagi yang negatif yang terkait relasi Bapak/Ibu dengan guru pada rentang usia PAUD sampai sekolah menengah (4-17 tahun).
  5. Pada bagian garis miring naik ke atas (sisi kiri), tulis angka yang menunjukkan pada usia berapa kedua peristiwa tersebut terjadi (misalnya: umur 7 dan 12 tahun).
  6. Hitunglah selisih dari usia Bapak/Ibu sekarang dan usia pada saat kedua peristiwa tersebut terjadi.

 

Refleksi diri saya :

Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan disana?

Peristiwa Positif:

Dimana pada saat itu berusia 13 tahun duduk di bangku SLTP. Pada saat itu saya memiliki teman baik, saya mengikuti organisasi kesiswaan, ikut dalam ektrakurikuler pramuka. Dalam kelas saya termasuk 10 besar, selalu berpakaian rapi, bersih, rajin, mau mendengar nasehat guru. Mengikuti perlombaan kepramukaan, Latihan kepemimpinan di pramuka, mengikuti penataran P4. Percaya diri dan berani tampil di depan kelas, selalu aktif dalam kegiatan upacara bendera.

Peristiwa negatif:

Kejadian tersebut pada saat berusia 17 tahun, duduk pada bangku SMU. Pada saat itu banyak peristiwa negatif:

  • Telat datang kesekolah
  • Melawan sama guru
  • Cabut saat belajar
  • Ikut tawuran antar sekolah
  • Mendemo guru yang otoriter
  • Pakaian tidak rapi
  • Saya pernah ditegur guru karena cara belajar seperti anak smp Ketika mengerjakan soal kimia di kelas 3 smu.

 

Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa?

Peristiwa positif:

Yang terlibat dalam peristiwa tersebut adalah ibu guru wali kelas, Pembina pramuka, Pembina osis, guru mata pelajaran agama islam, teman kelas dan orang tua

Peristiwa negatif:

Yang terlibat dalam peristiwa itu adalah guru piket, guru kimia, guru sosiologi, teman kelas, teman antar sekolah

 

Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang? (silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu)

Peristiwa positif : Dengan bimbingan dari pembina pramuka, saya menjadi lebih berani, percaya diri, terampil, disiplin, sehingga termotifasi untuk menggali potensi diri.

Peristiwa negatif : Saya merasa marah, kesal, dongkol sedih karena dapat hukuman fisik. Selain itu mengalami rasa kecewa dengan perkataan guru yang masih membekas di hati ini. Ditambah dari orang tua yang kecewa dengan sikap saya saat itu, saya memiliki sikap melawan dengan situasi apapun sehingga memiliki watak keras kepala dan egois.

 

Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?

Karena momen peristiwa positif dan negatif tersebut memberikan dampak perubahan dalam hidup saya dan masih membekas sampai sekarang, hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi pembentukan karakter diri saya.

Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?

Trapesium Usia: Dari kegiatan trapesium usia, saya mempelajari bahwa suatu emosi positif dan negatif dapat bertahan lama dalam ingatan jangka panjang serta mempengaruhi perkembangan karakter diri kita. Saya sebagai guru harus selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik dan pengalaman-pengalaman luar biasa ke murid yang dapat menumbuhkan emosi positif, agar karakter murid kita berkembang semakin baik.

Roda Emosi: Sedangkan, dari roda emosi, saya lebih bisa mengenali tentang emosi dan membedakan emosi dasar manusia dan gabungan emosi tersebut akan menimbulkan suatu emosi yang baru. ini sangat penting bagi kita sebagai guru, dengan mengetahui keadaan emosi murid, kita bisa memberikan tindakan yang tepat dalam menyelesaikan masalah murid.

Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?

Peran menjadi seorang guru itu tidak mudah, butuh proses tanpa putus semangat belajar serta butuh ekstra tenaga dan pikiran untuk melayani murid dalam rangka untuk mendorong kekuatan kodrat murid agar menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan pembelajaran yang bermakna.

Nilai dan peran guru penggerak menurut saya

Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya

  • Nilai yang ada pada diri saya adalah saya orangnya suka belajar dan suka mencoba hal-hal baru yang menantang diri sendiri dengan sesuatu hal yang belum saya miliki karena prinsip saya selagi masih mampu dan ada jalan pasti bisa kalau kita berusaha dan berdoa.
  • Kolaboratif dan menjalin bekerjasama yang baik dengan rekan guru dan komunitas sekolah
  • Komunikatif dan perhatian kepada murid dengan memberikan kesempatan dan kebebasan sesuai kebutuhan belajarnya.

Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

Peran yang saya mainkan dalam menggerakkan murid adalah melayani dan menuntun murid dalam rangka untuk mendorong kekuatan kodrat murid agar menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan pembelajaran yang bermakna serta menjadi sahabat terbaik bagi murid agar tercipta keakraban.

Bagikan artikel ini:
Ardiansyah

- Penulis -

Assalamu'alaikum wr.wb Selamat datang di blog portofolio. Saya mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT karena dengan izinnya jualah saya...

Berlangganan
Banner