Eksplorasi Konsep - Modul 1.2.A. BAGAIMANA MANUSIA TERGERAK
- Sabtu, 10 Agustus 2024
- Administrator
- 0 komentar
Pengantar
"Perubahan yang kita lakukan di pendidikan harus menuju pada suatu titik yang memanusiakan manusia dan memperkuat nilai kemanusiaan kita."
(Iwan Syahril Dirjen GTK Kemdikbudristek, Refleksi atas Asas Konvergensi Ki Hadjar Dewantara)
Dalam sesi ini, Bapak/Ibu akan melakukan aktivitas yang berbentuk paparan materi. Bapak/Ibu akan berinteraksi dengan materi secara mandiri dengan menyimak dan memaknai materi yang dipaparkan serta merefleksikannya. Sebagaimana dinyatakan dalam kalimat pembuka di atas, pendidikan harus mampu menumbuhkan manusia yang kuat nilai kemanusiaannya, yang memegang teguh nilai-nilai kebajikan. Dalam konteks yang beranekaragam, kita memerlukan pegangan yang mempersatukan. Nilai-nilai kebajikan yang sifatnya universal lah kemudian yang dapat dijadikan “landasan bersama” (common-ground), bagi beragam kepentingan, suku-bangsa, ras, agama, dan antar-golongan. Semangat untuk mengapresiasi dan berpihak pada nilai-nilai yang diperlukan dan menguntungkan anak adalah landasan dalam membawakan peran perubahan di pendidikan. Dengan demikian diharapkan, Bapak/Ibu dapat menilik kembali nilai-nilai yang sudah ada dalam diri pribadi lalu menguatkan yang selaras dengan nilai-nilai dan konsep yang dipromosikan dalam Program Guru Penggerak ini. Bapak/Ibu juga diharapkan untuk menjawab dengan seksama dan mendalam pertanyaan-pertanyaan refleksi yang telah disediakan agar pemahaman Bapak/Ibu akan konsep yang dipaparkan pun menjadi semakin kuat, semakin paham pula bagaimana manusia tergerak dan bergerak, sehingga semakin menghayati bagaimana menggerakkan manusia.

A. BAGAIMANA MANUSIA TERGERAK
A.1. Cara kerja otak: Sistem berpikir cepat dan lambat
Pada bagian ini, Bapak/Ibu akan belajar bagaimana otak mempengaruhi bagaimana manusia tergerak melalui sebuah video pendek berjudul “Eskalator dan Kerja Otak”. Video ini berupaya menjelaskan bagaimana otak bekerja dalam dua sistem berpikir yang berbeda, yaitu berpikir cepat dan berpikir lambat melalui perumpamaan eskalator yang berjalan turun. Video ini juga membahas bagaimana otak “3-in-1 (Triune)” manusia bekerja.
Perumpamaan Otak 3-in-1 (Triune) Manusia Menggunakan Tangan
Guru adalah manusia yang senantiasa berusaha untuk menggerakkan manusia lainnya. Oleh karena itu, guru harus lebih dulu sadar bagaimana dirinya tergerak, kemudian mempengaruhi dirinya untuk bergerak. Emosi adalah bagian utama dari lingkungan yang sifatnya psikis dan intrinsik yang dapat dipengaruhi dan harus dipertimbangkan pengembangannya oleh guru. Dalam rangkaian modul Pendidikan Guru Penggerak aspek emosi akan dibahas tersendiri dengan lebih detail dalam modul Pembelajaran Sosial Emosional.
A.2. Lima (5) Kebutuhan Dasar Manusia: Kebutuhan Genetis
Disukai atau tidak, manusia adalah makhluk biologis yang memiliki sifat dasar menjaga keberlanjutan spesiesnya secara genetis. Kebutuhan untuk bertahan hidup (survival), kebutuhan untuk diterima (love and belonging), kebebasan (freedom), kesenangan (fun), dan kekuasaan/penguasaan (power) adalah kebutuhan yang tidak cuma dimiliki oleh manusia, makhluk lain seperti Burung, Mamalia, dan Primata juga memiliki kebutuhan yang sama. Kita pasti pernah melihat anak-anak singa atau singa remaja bermain layaknya berkelahi sungguhan, atau anak-anak monyet yang usil saling mengganggu dan berakhir dengan kejar-kejaran dari pohon ke pohon. Itu adalah satu contoh kebutuhan bersenang-senang (fun). Kelima kebutuhan di atas bermuara pada kebutuhan tiap jenis makhluk untuk melanjutkan generasi, termasuk juga manusia.
Mungkin kita pernah menjumpai seseorang dengan perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku. Besar kemungkinan, hal itu mereka lakukan karena mereka tak mampu memenuhi atau mereka tidak mendapatkan kebutuhan dasar mereka. Setiap perilaku kita adalah usaha terbaik kita untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan, sebuah usaha untuk memenuhi satu atau lebih kebutuhan dasar kita. Berikut ini, kita ulas satu demi satu kebutuhan tersebut dalam kaitannya dengan konteks pendidikan dan sekolah.
A.3. Tahap tumbuh kembang anak - Wiraga-wirama Ki Hadjar Dewantara
Setiap insan manusia memiliki cara pandangnya sendiri terhadap dunia sesuai dengan usia dan tahap tumbuh-kembangnya. Ki Hadjar Dewantara meyakini bahwa proses belajar harus selaras dengan kodrat anak. Beliau paham bahwa dalam tiap periode usia anak memiliki kekhususan yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam proses belajar.
Tahap perkembangan psikososial Erik Erikson
Erik Erikson adalah psikolog yang meyakini bahwa kepribadian seseorang itu tumbuh dalam rangkaian tahapan (8 tahapan). Tiap tahapan menggambarkan dampak dari pengalaman sosial pada mereka. Hingga kini, teori psikososial ini masih menjadi pegangan dalam teori perkembangan. Untuk keperluan program Guru Penggerak ini, akan dibahas 6 tahapan saja, pada periode usia 0-40 tahun.
Tugas 1.2.f.Tab 3 Eksplorasi Konsep
Nama : Ardiansyah, S.Kom.Gr
Bagaimana Bapak/Ibu memahami cara kerja otak, 5 kebutuhan dasar manusia, tahap tumbuh-kembang anak berserta pengaruhnya pada pembentukan kebiasaan dan nilai-nilai hidup manusia? Mengapa demikian?
A. Otak manusia bekerja dengan 2 sistem berpikir, yaitu sistem berpikir cepat dan sistem berpikir lambat. Kedua sistem ini yang mempengaruhi bagaimana kita berpikir dan bertindak. Sistem berpikir cepat lebih menghemat energi, sedangkan sistem berpikir lambat membutuhkan banyak energi karena bertentangan dengan cara kerja alamiah bagian otak yang lain.
B. 5 kebutuhan dasar manusia yaitu :
- Bertahan hidup
- Kasih sayang dan rasa diterima
- Kekuasaan dan penugasan
- Kebebasan
- Kesenangan
Apabila seseorang menunjukkan perilaku yang tidak sesuai norma atau aturan, memungkinkan saja itu terjadi karena tidak mampu memenuhi atau tidak mendapatkan kebutuhan dasar mereka.
C. Tahap tumbuh kembang anak menurut Ki Hajar Dewantara terbagi menjadi 3, yaitu :
- Wiraga (0 - 8 tahun) Taman Indriya Perkembangan Anak,
- Wiraga-Wirama (9 - 16 tahun) Berkembangnya Pikiran,
- Wirama (17 - 24 tahun) Pengelolaan Diri dan Pengenalan Potensi Diri.
Sedangkan menurut Erik Erikson tahap perkembangan itu dibagi menjadi 6, yaitu :
- Tahap 1 (0 - 1,5 tahun) Kepercayaan vs Ketidakpercayaan
- Tahap 2 (1,5 - 3 tahun) Otonomi vs Rendah Diri
- Tahap 3 (3 - 5 tahun) Inisiatif vs Rasa Bersalah
- Tahap 4 (5 - 12 tahun) Produktivitas vs Inferioritas
- Tahap 5 (12 - 18 tahun) Identitas vs Kebingunan Peran
- Tahap 6 (18 - 40 tahun) Keintiman vs Isolasi.
D. Pembentukan kebiasaan dan nilai-nilai hidup manusia dipengaruhi oleh cara kerja otak, kebutuhan dasar manusia, serta tumbuh kembang anak. Setiap manusia memiliki dua sistem berpikir tetapi terkadang ada yang dominan.
Menurut Bapak/ Ibu nilai-nilai apa yang perlu dikuatkan sebagai guru penggerak? Mengapa demikian?
Seorang guru penggerak haruslah menanamkan nilai-nilai dalam diri mereka. Nilai-nilai tersebut dapat digunakan sebagai landasan dalam mengambil keputusan, menjadi motivasi diri dan mampu memposisikan diri ketika dihadapkan dalam kondisi tertentu.
Nilai-nilai penting dalam diri seorang guru penggerak adalah :
1. Mandiri : Sebagai seorang guru harus mampu berinisiatif melakukan perubahan bermakna
2. Reflektif : Intropeksi diri dalam memaknai seluruh kegiatan yang telah dilakukan
3. Kolaboratif : Mampu bekerja sama dan membangun hubungan kerja yang baik dengan rekan kerja ataupun yang memangku kepentingan
4. Inovatif: Mampu memunculkan ide-ide baru yang tepat guna
5. Berpihak pada murid : Selalu bergerak dengan memprioritaskan pelayanan kepada kepentingan murid sebagai dasar utama dalam pembelajaran
Melalui nilai-nilai tersebut seorang guru penggerak harus mulai berpikir tentang kebutuhan murid dalam pembelajaran, serta melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk muird sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi lebih baik dan menyenangkan serta bahagia bagi murid.