You need to enable javaScript to run this app.

Eksplorasi Konsep - Modul 3.1 - Pengambilan dan Pengujian Keputusan

  • Selasa, 03 Desember 2024
  • Administrator
  • 0 komentar
Eksplorasi Konsep - Modul 3.1 - Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Tujuan Pembelajaran Khusus:

CGP dapat menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dalam permasalahan yang mereka hadapi dan bersikap reflektif, kritis, dan kreatif dalam proses tersebut.

Eksplorasi Mandiri:

Bacalah sebuah artikel mengenai konsep pengambilan dan pengujian keputusan. Sebagai seorang pemimpin, Anda harus memastikan bahwa keputusan yang Anda ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan.

 

Bapak dan Ibu CGP,

Dalam proses pengambilan keputusan, selain mengikuti 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, keterampilan yang telah Bapak Ibu pelajari pada modul-modul sebelumnya akan sangat membantu misalnya keterampilan coaching, karena keterampilan ini membekali seorang guru untuk menjadi coach bagi dirinya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil, dan melihat berbagai opsi solusi sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik.

Selain keterampilan coaching, untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab, diperlukan kompetensi kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills). Proses pengambilan keputusan seharusnya juga dilakukan dengan kesadaran penuh (mindful) dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada. Hal-hal tersebut telah Bapak dan Ibu dapatkan di modul 2.2 tentang pembelajaran sosial emosional.

Sekarang, pilihlah 1 kasus dilema etika yang pernah Anda hadapi, kemudian terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus yang Anda pilih tersebut, berdasarkan tahapan berikut ini:  

    1. Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?
    2. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?
    3. Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?
    4. Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
      • Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)
      • Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)
      • Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)
      • Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik maupun viral di media sosial? Apakah anda merasa nyaman? (Uji Publikasi)
      • Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
    1. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?
    2. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?
    3. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
    4. Apa keputusan yang akan Anda ambil?
    5. Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

    Your answer:

    kasus dilema etika yang pernah saya hadapi,

    rekan saya bercerita jika dia baru saja mendapatkan teguran dari kepala sekolah yang menerima laporan dari pengawas sekolah yang melakukan supervisi saat ia mengajar.

    Pengawas sekolah yang melakukan supervisi tampak keberatan ketika rekan saya mengajar tanpa buku teks. Rekan saya mengajar dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar lainnya. Ketika diingatkan pengawas tersebut, rekan saya menyampaikan jika ia tetap mengacu pada kurikulum walaupun tidak menggunakan buku teks. Pengawas tersebut tampaknya tersinggung dan memberikan laporan tentang hal itu kepada kepala sekolah

    Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

    Langkah 1. Nilai yang bertentangan pada kasus ini adalah

    1. Rekan saya mempunyai prinsip bahwa mengajar tidak perlu menggunakan buku Teks, sedangkan pengawas menganjurkan untuk selalu menggunakan buku teks.
    2. Nasehat dari pengawas sekolah seperti tidak di hiraukan oleh rekan saya, jadi alasan rekan saya tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku walaupun tanpa buku teks. 

    Langkah 2. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut?

    Yang terlibat adakah rekan saya.  Mengalami dilema etika antara mengikuti saran pengawas, memakai buku teks dalam pembelajaran atau mengikuti prinsip diri tentang pembelajaran di kelas.

    Langkah 3Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut?

    1. Pengawas sekolah melakukan supervisi kepada rekan saya.
    2. Pengawas sekolah mempertanyakan kepada rekan saya mengapa tidak menggunakan buku teks?
    3. Rekan saya menjawab walaupun tidak menggunakan buku teks tetapi tetap mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku
    4. Pengawas sekolah merasa kecewa dengan jawaban rekan saya
    5. Pengawas melaporkan hal ini kepada kepala sekolah

    Langkah 4: Pengujian benar atau salah 

    Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

    1. Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji lega) Tidak ada aspek pelanggaran hukum
    2. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi) tidak ada pelanggaran peraturan atau kode etik profesi 
    3. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi) Berdasarkan perasaan dan intuisi saya, kasus ini terdapat kesalahpahaman antara Pengawas sekolah dan rekan Guru saya. Saling mempertahankan prinsip yang dipegang, pengawas lebih percaya bahwa satu-satunya sumber belajar adalah buku teks sedangkan rekan saya percaya bahwa bukan hanya buku teks bisa dijadikan sumber belajar, masih banyak lagi contoh sumber belajar yang lain. 
    4. Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?Yang saya rasakan senang karena keputusan yang saya ambil bisa dijadikan pertimbangan atau inspirasi banyak orang yang mungkin mengalami masalah yang sama. Terkadang kita dapat mengatasi masalah atua kebingungan dengan membaca. Saya akan merasa nyaman, kalau memang keputusan saya tepat, dan saya akan senang bila banyak yang memberikan komentar, karena dengan komentar kita bisa berinteraksi dengan para pembaca tulisan kita, dan merupakan refleksi kita untuk menjadi lebih baik. 
    5. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? Keputusan yang diambil adalah menggunakan banyak sumber belajar termasuk buku teks, You Tube, artikel ilmiah, artikel di Blog, internet.

    Langkah 5: Pengujian Paradigma Benar lawan Benar 

    Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

    Paradigma yang terjadi mpada kasus ini adalah Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty). Kebenaran bahwa buku teks bukan satu-satunya sumber belajar yang bisa dipakai di pembelajaran. Dan Benar juga bahwa kita sebagai Guru harus mendengar masukan dari Pengawas Sekolah. Bukan menetangnya, tetapi menerima dengan ikhlas, dan kita laksanakan kalau memang itu baik dan tidak merugikan buat kita. 

    Langkah 6: Melakukan Prinsip Resolusi 

    Prinsip penyelesaian yang dipilih adalah berpikir berbasis peraturan (rule based thingking).  Karena adanya aturan bagaimana hubungan antara Pengawas Sekolah, dan Guru. Kita sebagai Guru harus menghormati dan menghargai saran dan nasehat dari Pengawas. Dan bila nasehatnya adalah sesuatu yang baik, kita tidak boleh menolaknya.

    Langkah 7: Investigasi Opsi Trilema 

    Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

    Penyelesaian yang diambil adalah rekan saya memakai semua sumber belajar yang ada termasuk buku teks, video You Tube, artike ilmiah, internet. Dan penyelesaian kreatif adalah mengkombinasikan sumber belajar buku teks dengan sumber belajar yang lain, dengan melihat profil belajar murid yang ada di kelas (pembelajaran diferensiasi). Sehingga ini menjadi penyelesaian yang tak terpikir sebelumnya, dari kasus teguran penggunakan buku teks, rekan saya dapat membuat pembelajaran diferensiasi di kelas nya, sehingga murid dapat belajar sesuai dengan profil belajar murid, tercapai pembelajaran yang berpihak pada murid. 

    Langkah 8: Buat Keputusan

    Apa keputusan yang akan Anda ambil?

    Keputusan saya pada kasus ini adalah saya meminta untuk rekan saya lebih menghargai Pengawas sekolah, bila diberi nasehatin, ikuti selagi nasehat itu baik buat kita, kalaupun memang nasehatnya kurang baik maka kita harus menggunakan bahasa yang lebih sopan untuk bisa menyampaikan supaya tidak akan membuat kekecewaan lawan bicara kita. Kemudian saran dari Pengawas sekolah dipakai yaitu memakai buku teks dalam pembelajaran yang dikombinasikan dengan sumber belajar lain dan disesuai juga dengan profil belajar murid di kelas (penerapan pembelajaran diferensiasi)

    Langkah 9: Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

    Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

    Keputusan yang diambil, dilaksanakan dengan baik, kemudian di evaluasi dan di refleksi

    apakah pelaksanaannya sudah sesuai?

    apakah keputusan tersebut sudah efektif dalam menjawab permasalahan yang dihadapi?

    apakah kedua pihak yang berselisih sudah sama-sama bisa menerima dengan keputusan ini?

    apakah masih ada sesuatu yang menghalangi dalam pelaksanaan keputusan tersebut?

    apakah hasil pembelajaran lebih maksimal? Murid dan Guru bahagia?

    Pengawas, kepala sekolah, rekan Guru semuanya sudah dapat menerima dengan ikhlas?

    Refleksi perlu dilaksanakan supaya keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan.

    Bagikan artikel ini:
    Ardiansyah

    - Penulis -

    Assalamu'alaikum wr.wb Selamat datang di blog portofolio. Saya mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT karena dengan izinnya jualah saya...

    Berlangganan
    Banner