You need to enable javaScript to run this app.

Eksplorasi Konsep - Modul 3.1 - 3 Prinsip Atau Pendekatan Dalam Pengambilan Keputusan

  • Selasa, 03 Desember 2024
  • Administrator
  • 0 komentar
Eksplorasi Konsep - Modul 3.1 - 3 Prinsip Atau Pendekatan Dalam Pengambilan Keputusan

Tujuan Pembelajaran: 

CGP sebagai seorang pemimpin dapat menganalisis  3 prinsip atau pendekatan dalam pengambilan keputusan yang memuat unsur dilema etika, serta menilai dirinya memiliki kecenderungan menggunakan prinsip yang mana pada saat pengambilan keputusan.

Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak,

Mari kita baca kutipan di bawah ini;

Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral. Akal dan moral dua dimensi manusia yang saling berkaitan. Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral.
(Rukiyanti, L. Andriyani, Haryatmoko, Etika Pendidikan, hal. 43). 
  

Dari kutipan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa karsa merupakan suatu kekuatan yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia.  Karsa ini pun berhubungan dengan nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut oleh seseorang, disadari atau pun tidak. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip inilah yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika.

Kegiatan Pemantik:

Silakan Anda membaca 3 (tiga) pernyataan di bawah ini: 

  1. Melakukan, demi kebaikan orang banyak.
  2. Menjunjung tinggi prinsip-prinsip/nilai-nilai dalam diri Anda.
  3. Melakukan apa yang Anda harapkan orang lain akan lakukan kepada diri Anda. 

Tanpa berpikir panjang, silakan Anda menjawab pertanyaan ini:

Selama ini pada saat mengambil keputusan, landasan pemikiran Anda memiliki kecenderungan pada prinsip nomor 1, 2, atau 3? Silakan tanpa berpikir panjang, Anda langsung menuliskan jawaban Anda di secarik kertas.

Bagaimana hasilnya? Apakah Anda memilih prinsip 1, 2, atau 3? Bagaimana prinsip-prinsip ini mempengaruhi pengambilan suatu keputusan yang mengandung etika?

Etika sendiri tentunya bersifat relatif, dan bergantung pada kondisi dan situasi, dan tidak ada aturan baku yang berlaku. Tentunya ada prinsip-prinsip yang lain, namun ketiga prinsip di sini adalah yang paling sering dikenali dan digunakan. Dalam seminar-seminar, ketiga prinsip ini yang seringkali membantu  dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip tersebut adalah:

  1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
  2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
  3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Suatu pengambilan keputusan, walaupun telah berlandaskan pada suatu prinsip atau nilai-nilai tertentu, tetap akan memiliki konsekuensi yang mengikutinya. Pada akhirnya kita perlu mengingat kembali hendaknya setiap keputusan yang kita ambil didasarkan pada rasa penuh tanggung jawab, nilai-nilai kebajikan universal, serta berpihak pada murid.

Silakan cermati video yang berisi penjelasan mengenai materi ketiga prinsip pengambilan keputusan dengan unsur dilema etika ini. 

 Apa pemahaman Anda dari video prinsip dilema etika tersebut?   adakah sesuatu yang tidak terduga, atau adakah pertanyaan lanjutan yang masih ingin Anda pelajari selanjutnya pada sesi pendampingan fasilitator dan mentor?

Dari tayangan video diatas, ada hal yang tak terduga, karena di jelaskan di video bahwa dari ketiga prinsip etika, prinsip berbasis kepedulian merupakan prinsip yang paling baik seperti emas karena ada unsur empati didalamnya, namun ternyata justru dianggap prinsip paling lemah karena dapat jadi kita membolehkan keburukan bukan kebajikan, seperti contoh murid yang saling mencontek.

Pertanyaan lanjutan untuk mentor atau fasilitator adalah prinsip mana yang dianggap paling ideal yang harus kita pegang dalam beretika di dalam masyarakat?

Berikan tanggapan Anda terhadap studi kasus di bawah ini, pendekatan atau prinsip apa yang menjadi landasan berpikir Anda dan mengapa? Tuliskan jawaban Anda pada selembar kertas.

Studi Kasus:
Pak Seto adalah Kepala Sekolah sebuah sekolah dasar. Ia memiliki 2 guru kelas V yang berbeda cara mengajarnya. Ibu Tati guru kelas VA dan Ibu Sri guru kelas VB. Ibu Tati terkenal sebagai guru ‘galak’, namun pada saat yang sama, nilai rata-rata murid-muridnya sangat baik. Sehingga sifat keras Ibu Tati masih dianggap sesuai, demi mencapai hasil yang baik dari murid-muridnya. Sedang Ibu Sri adalah guru yang sabar dan tenang, namun ada beberapa muridnya yang memiliki nilai di bawah KKM. Suatu hari Ibu Sri datang ke ruangan Pak Seto selaku kepala sekolah, dan mengadukan perbuatan Ibu Tati yang menghukum salah satu muridnya di tengah terik matahari, berlutut di semen lapangan basket karena tidak membuat pekerjaan rumah.  Ibu Sri sangat khawatir karena murid tersebut sudah menangis, namun sepertinya Ibu Tati tetap mengajar di dalam kelas seperti biasa, karena menganggap menjemur anak di terik matahari adalah hukuman pantas karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Bila Anda adalah Pak Seto sebagai kepala sekolah, apa yang akan Anda lakukan? Pendekatan apa yang ambil? Dasar pemikiran apa yang melatarbelakangi keputusan Anda?
  1. Temuilah seorang rekan kerja Anda, dan tanyakan kesediaannya memberikan pendapatnya  tentang studi kasus di atas. 
  2. Analisis jawaban Anda dan rekan Anda, apakah berbeda, atau sama? 
  3. Tuliskan tanggapan Anda dan rekan Anda terhadap kasus Bapak Seto, beserta analisis Anda  terhadap kedua jawaban tersebut. 
  4. Berikan tanggapan terhadap unggahan respon rekan CGP Anda tentang hal ini, minimal 3 orang.

Sebagai kepala sekolah, saya akan mengambil tindakan sebagai berikut:

Mencari tahu kebenaran laporan dari Ibu Sri dan meminta penjelasan dari Ibu Tati terkait hukuman tersebut.

Jika terbukti benar, saya akan memberikan teguran keras kepada Ibu Tati dan mengingatkan bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan etika mengajar dan hukuman fisik tidak dibenarkan dilingkungan sekolah.

Saya akan memberikan pelatihan atau pendampingan kepada Ibu Tati untuk memperbaiki metode mengajarnya agar dapat mempertahankan hasil belajar yang baik tanpa mengorbankan kesehatan murid.

Saya akan mengajak kedua guru untuk melakukan diskusi dan sharing mengenai cara mengajar yang baik dan efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan murid.

Saya juga akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kegiatan mengajar kedua guru untuk memastikan bahwa tidak terjadi hal-hal yang merugikan murid.

Pendekatan yang akan saya ambil adalah pendekatan dialogis dan persuasif. Saya akan berusaha menjelaskan dengan baik mengenai pentingnya menerapkan disiplin bukan dengan hukuman fisik dan mengajak kedua guru untuk saling berdiskusi dan belajar dari pengalaman masing-masing. Saya akan berusaha untuk mencapai kesepakatan bersama demi kebaikan murid.

Dasar pemikiran saya adalah kepentingan murid menjadi prioritas utama dalam proses pendidikan. murid tidak hanya perlu mendapatkan pendidikan yang baik secara akademis, tetapi juga harus mendapatkan perlindungan dan pengawasan yang baik dari pihak sekolah. Hukuman yang merugikan murid bukanlah solusi yang tepat dalam memperbaiki perilaku murid. Sebagai kepala sekolah, saya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi murid dalam belajar.

  1. Temuilah seorang rekan kerja Anda, dan tanyakan kesediaannya memberikan pendapatnya  tentang studi kasus di atas. tanggapan teman saya tidak sesuai dengan tindakan bu tati, karena hukuman fisik bukan pilihan. Masih ada cara lain untuk menerapkan disiplin. Sedangkan bu sri, harus melakukan perhatian khusus terhadap nilai murid yang rendah, mencari solusi yang terbaik untuk meningkatkan kemampuan murid
  2. Analisis jawaban Anda dan rekan Anda, apakah berbeda, atau sama? Analisis saya dengan rekan saya berbeda, karena saya memposisikan diri sebagai kepala sekolah. tentu sebagai pemimpin harus bersikap yang tepat dalam menghadapi masalah ibu tati dan ibu sri. Sama halnya mengambil rambut dalam tepung, rambut dapat diambil tepung tidak berantakan.

 

Bagikan artikel ini:
Ardiansyah

- Penulis -

Assalamu'alaikum wr.wb Selamat datang di blog portofolio. Saya mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT karena dengan izinnya jualah saya...

Berlangganan
Banner