You need to enable javaScript to run this app.

Eksplorasi Konsep - Modul 2.1. Pembelajaran Berdiferensiasi

  • Senin, 21 Oktober 2024
  • Administrator
  • 0 komentar
Eksplorasi Konsep - Modul 2.1. Pembelajaran Berdiferensiasi

Bayangkanlah kelas yang Anda ajar saat ini. 

Ingatlah satu persatu murid di kelas Anda. Bagaimanakah karakteristik setiap anak di kelas Anda? Tahukah Anda apa kekuatan mereka? Bagaimana gaya belajar mereka? Apa minat mereka? Siapakah yang memiliki keterampilan menghitung paling baik di kelas Anda? Siapakah yang sebaliknya? Siapakah yang paling menyukai kegiatan kelompok? Siapakah yang justru selalu menghindar saat bekerja kelompok? Siapakah yang level membacanya paling tinggi? Siapakah murid yang masih perlu dibantu untuk meningkatkan keterampilan memahami bacaan mereka? Siapakah yang paling senang menulis dan siapakah yang senang berbicara?

Setiap harinya, tanpa disadari, guru dihadapkan pada keberagaman yang banyak sekali bentuknya, sehingga seringkali mereka harus melakukan banyak pekerjaan atau membuat keputusan dalam satu waktu.  Misalnya, saat mengajar di kelas, seorang guru mungkin harus membantu satu muridnya yang kesulitan, namun di saat yang sama harus mengatur cara bagaimana agar saat ia membantu murid tersebut, kelasnya tetap dapat berlangsung dengan kondusif. Dalam kesehariannya, guru akan senantiasa melakukan hal ini, sehingga kemampuan untuk multitasking ini secara natural sebenarnya dimiliki oleh guru. Kemampuan ini banyak yang tidak disadari oleh para guru, karena begitu alaminya hal ini terjadi di kelas dan betapa terbiasanya guru menghadapi tantangan ini. Semua usaha tersebut tentunya dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk memastikan setiap murid di kelasnya  sukses dalam proses pembelajarannya.

Sebuah Ilustrasi

Ibu Renjana adalah guru kelas 3 SD dengan jumlah murid sebanyak 32 orang. Saat ini ia sedang mengajarkan materi tentang perkalian. Saat diberikan tugas menyelesaikan soal-soal perkalian,  di antara 32 murid di kelasnya tersebut, Bu Renjana melihat ada 3 murid yang selesai lebih dahulu. Karena dia tidak ingin ketiga anak ini tidak ada pekerjaan dan malah mengganggu murid lainnya, akhirnya ia memberikan lembar kerja tambahan untuk 3 anak tersebut. Jadi jika anak-anak lain mengerjakan 15 soal perkalian, maka untuk 3 anak tersebut, Bu Renjana memberikan 25 soal perkalian.

Berdasarkan ilustrasi kelas tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Menurut Anda, apakah strategi yang dilakukan oleh Ibu Renjana tepat? Jika ya, mengapa? Jika tidak, mengapa?
  2. Apakah ada alternatif lain yang dapat dilakukan oleh Ibu Renjana? 
  3. Jika Anda adalah Ibu Renjana, apakah yang akan Anda lakukan? Jelaskanlah mengapa Anda melakukan hal tersebut?

Menurut saya strategi yang dilakukan oleh ibu Renjana sangat baik dan saya setuju dengan strategi yang diambil oleh bu Renjana, karena bu Renjana sudah melakukan pembelajaran berdiferensiasi yang dengan kemampuan muridnya. Bu Renjana sudah paham dengan karateristik muridnya, sehingga menyiapkan strategi yang akan membuat anak tersebut makin terlatih dan ahli karena sesuai dengan minat dan bakatnya.

Alternatif lain adalah :

Meningkatkan tingkat kesulitan soal yang diberikan kepada ketiga murid tersebut dengan type HOTS.

Menjadikan 3 murid tadi sebagai tutor sebaya bagi teman-temannya.

Jika saya menjadi bu Renjana saya juga akan memberikan latihan yang lebih banyak (materi pengayaan) untuk anak yang mempunyai kelebihan rata- rata tersebut dan bila memungkinkan saya akan memberikan tugas ke 3 anak tersebut untuk menjadi tutor sebaya, membantu temen-temennya yang masih tidak mengerti tentang materi perkalian, sehingga bisa meringankan tugas kita sebagai guru, dan biasanya dengan tutor sebaya, materi dapat tersampaikan dengan baik, karena kadang murid lebih berani bertanya ke teman daripada ke guru.

Alasan saya adalah saya memberikan perlakuan pembelajaran khusus sesuai dengan minat dan bakat murid, tidak menyamakan semua murid karena mereka mempunyai keunikan masing-masing.

Miskonsepsi tentang Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. 

Bagikan artikel ini:
Ardiansyah

- Penulis -

Assalamu'alaikum wr.wb Selamat datang di blog portofolio. Saya mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT karena dengan izinnya jualah saya...

Berlangganan
Banner