You need to enable javaScript to run this app.

Eksplorasi Konsep - Modul 1.4. Keyakinan Kelas

  • Senin, 30 September 2024
  • Administrator
  • 0 komentar
Eksplorasi Konsep - Modul 1.4. Keyakinan Kelas

Tujuan Pembelajaran Khusus

  1. CGP dapat menganalisis pentingnya memiliki keyakinan sekolah/kelas sebagai fondasi dan arah tujuan sebuah sekolah/kelas, yang akan menjadi landasan dalam memecahkan konflik atau permasalahan di dalam sebuah sekolah/kelas.
  2. CGP dapat menjelaskan proses pembentukan dari peraturan-peraturan beralih ke keyakinan kelas. 
  3. CGP akan dapat berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan terbuka dalam menggali nilai-nilai yang dituju pada peraturan yang ada di sekolah mereka masing-masing.

Mengapa keyakinan kelas, mengapa tidak peraturan kelas saja?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: 

  1. Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan helm pada saat mengendarai kendaraan roda dua/motor?
    (Kemungkinan jawaban Anda adalah untuk ‘keselamatan’).
  2. Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan masker dan mencuci tangan setiap saat?
    (Kemungkinan jawaban Anda adalah ‘untuk kesehatan dan/atau keselamatan’).  

Nilai-nilai keselamatan atau kesehatan inilah yang kita sebut sebagai suatu ‘keyakinan’, yaitu nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat dan tersurat, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya pada pembelajaran 2.1 tentang Nilai-nilai Kebajikan bahwa menekankan pada keyakinan seseorang akan lebih memotivasi seseorang dari dalam. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan tertulis tanpa makna. Murid-murid pun demikian, mereka perlu mendengarkan dan memahami arti sesungguhnya tentang peraturan-peraturan yang diberikan, apa nilai-nilai kebajikan dibalik peraturan tersebut, apa tujuan utamanya, dan menjadi tidak tertarik, atau takut sehingga hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan-peraturan yang mengatur mereka tanpa memahami tujuan mulianya.

Pada pembelajaran Disiplin dan Nilai-nilai Kebajikan Universal, kita telah mempelajari tentang nilai-nilai kebajikan yang dapat menjadi landasan kita dalam membuat suatu keyakinan sekolah atau menentukan visi dan misi atau tujuan dari sebuah institusi/sekolah. Seperti telah dikemukakan di modul 1.2, dalam penentuan visi sebuah institusi/sekolah kita terlebih dahulu perlu menentukan nilai-nilai kebajikan apa yang terpenting bagi institusi tersebut agar dapat mencapai tujuan mulia yang dicita-citakan. Penentuan nilai-nilai kebajikan pada sebuah institusi telah diberikan contoh-contohnya pada pembelajaran 2.1.

Selanjutnya kita akan meninjau kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa dilakukan agar dapat menentukan keyakinan suatu sekolah atau pun keyakinan kelas pada halaman berikutnya.
Jawaban:
  1. Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan helm pada saat mengendarai kendaraan roda dua/motor?
    (Kemungkinan jawaban Anda adalah untuk ‘keselamatan’).
  2. Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan masker dan mencuci tangan setiap saat?
    (Kemungkinan jawaban Anda adalah ‘untuk kesehatan dan/atau keselamatan’).

Pertanyaan dan pernyataan dari jawaban tersebut tersebut, itu lebih ke titik beratnya aspek kenapa ada peraturan.

peraturan dibuat tersebut merupakan bagian dari untuk mengingatkan kembali disiplin diri kita, disiplin diri ini terdapat dari komitmen diri serta dapat dari luar diri sendiri. Tentunya menimbulkan konsisten bahwa aturan dibuat bukan hanya faktor keselamatan, kesehatan dan lainnya, tetapi yaitu Mengingatkan kembali terhadap diri kita yang terkadang ada lupanya. Karena lupa memang bagian dari sifat manusia seutuhnya

 

Tahapan menciptakan Program Kebajikan

  1. Lihat daftar kebajikan yang telah disusun bersama (contoh pada pembelajaran 2.1).
  2. Tentukan nilai-nilai kebajikan yang ingin dijadikan perhatian utama di sekolah Anda. Curah pendapat dalam kelompok.
  3. Sempurnakan beberapa daftar nilai-nilai kebajikan yang utama, bahas kembali dalam kelompok utama. 
  4. Buatlah poster atau muat di sosial media keyakinan sekolah/kelas Anda.

Jawaban :

Nilai-nilai kebajikan yang ingin dijadikan perhatian utama disekolah

Profil Pelajar Pancasila

  • Beriman bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa. Pembiasaan berdoa sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran
  • Mandiri. Berbudaya literasi dan literasi Digital
  • Bernalar kritis. Aktif dalam memberikan ide atau gagasan baik dalam kegiatan pembelajaran atau diluar pembelajaran
  • Berbhineka global. Menyanyikan lagu wajib nasional saat awal jam pertama belajar serta tidak lupa dengan budaya daerah masing-masing
  • Gotong royong. Berdiskusi, peduli serta kegiatan sabtu bersih.
  • Kreatif. Pembelajaran berbasis project

Sikap murid

  • Toleransi (menghargai atau menghormati teman yang berbeda agama)
  • Rasa hormat (menghargai pendapat orang lain)
  • Integritas (cinta tanah air mengikuti upacara)
  • Mandiri (mengerjakan tugas tepat waktu)
  • Menghargai (memberi dukungan kepada teman)
  • Antusias (menyampaikan pendapat)
  • Empati (menolong teman)
  • Keingintahuan ( menggali informasi dari sumber informasi)
  • Kreativitas (pembuatan hasil karya)
  • Kerjasama (melaksanakan belajar kelompok atau diskusi)
  • Percaya diri (berani tampil di depan kelas)
  • Komitmen ( tidak berpengaruh dengan lingkungan yang negative)

 

Pembentukan Keyakinan Sekolah/Kelas

  • Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rinci dan konkrit.
  • Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal.
  • Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.
  • Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan dipahami oleh semua warga kelas.
  • Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut. 
  • Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat.
  • Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu.

 

Prosedur Pembentukan Keyakinan Sekolah/Kelas

  1. Mempersilakan warga sekolah atau murid-murid di sekolah/kelas untuk bercurah pendapat tentang peraturan yang perlu disepakati di sekolah/kelas.
  2. Mencatat semua masukan-masukan para murid/warga sekolah di papan tulis atau di kertas besar (kertas ukuran poster), di mana semua anggota kelas/warga sekolah bisa melihat hasil curah pendapat.
  3. Susunlah keyakinan kelas sesuai prosedur ‘Pembentukan Keyakinan Sekolah/Kelas’. Gantilah kalimat-kalimat dalam bentuk negatif menjadi positif. 
    Contoh:
    Kalimat negatif: Jangan berlari di kelas atau koridor.
    Kalimat positif: Berjalanlah di kelas atau koridor.
  4. Tinjau kembali daftar curah pendapat yang sudah dicatat. Anda mungkin akan mendapati bahwa pernyataan yang tertulis di sana masih banyak yang berupa peraturan-peraturan. Selanjutnya, ajak warga sekolah/murid-murid untuk menemukan nilai kebajikan atau keyakinan yang dituju dari peraturan tersebut.  Contoh: Berjalan di kelas, Dengarkan Guru, Datanglah Tepat Waktu berada di bawah 1 ‘payung’ yaitu keyakinan untuk ‘Saling Menghormati’ atau nilai kebajikan ‘Hormat’. Keyakinan inilah yang dimasukkan dalam daftar untuk disepakati.  Kegiatan ini juga merupakan pendalaman pemahaman bentuk peraturan ke keyakinan sekolah/kelas.
  5. Tinjau ulang Keyakinan Sekolah/Kelas secara bersama-sama. Seharusnya setelah beberapa peraturan telah disatukan menjadi beberapa keyakinan maka jumlah butir pernyataan keyakinan akan berkurang. Sebaiknya keyakinan sekolah/kelas tidak terlalu banyak, bisa berkisar antara 3-7 prinsip/keyakinan. Bilamana terlalu banyak, maka warga kelas akan sulit mengingatnya dan akibatnya sulit untuk dijalankan.
  6. Setelah keyakinan sekolah/kelas selesai dibuat, maka semua warga kelas dipersilakan meninjau ulang, dan menyetujuinya dengan menandatangani keyakinan sekolah/kelas tersebut, termasuk guru dan semua warga/murid. 
  7. Keyakinan Sekolah/Kelas selanjutnya bisa dilekatkan di dinding kelas di tempat yang mudah dilihat semua warga kelas.

 

Agar semua warga kelas dapat memahami setiap pernyataan yang telah tercantum dalam keyakinan kelas, maka selama seminggu di awal tahun ajaran baru dapat didedikasikan untuk pendalaman setiap keyakinan dengan berbagai kegiatan.

 

Kegiatan-kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas

1. Kegiatan Tampak Seperti/Tidak Tampak Seperti

Anggota kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok diberikan kertas. Salah satu anggota kelompok membuat huruf T kapital yang besar (Tabel T). Guru memberikan salah satu ‘keyakinan kelas’ kepada setiap kelompok. Dua kelompok bisa mendapatkan keyakinan yang sama bila ada 10 kelompok. Selanjutnya setiap kelompok diminta untuk bercurah pendapat tentang keyakinan tersebut, tampak seperti apa, tampak tidak seperti apa. Kemudian hasil curah pendapat  setiap kelompok dipresentasikan pada kelompok besar, dan kertasnya ditempel di sekeliling dinding kelas untuk dapat dilihat setiap warga kelas agar menguatkan pemahaman.

Contoh

Tampak Seperti/Tidak Tampak Seperti (Tabel T) dari Keyakinan Kelas 7:

 

Bagan Tampak Seperti (Tabel Y) dari Keyakinan Kelas 7.

 

Kegiatan-kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas

2.  Kegiatan Tugas Saya-Tugas Kamu (Tugas Guru-Tugas Murid)

Salah satu kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk memperdalam keyakinan kelas, adalah mempelajari tanggung jawab setiap warga kelas. Keyakinan bertanggung jawab serta hak seseorang adalah sesuatu yang diungkapkan oleh Ki Hadjar Dewantara tentang menumbuhkan murid yang merdeka:

“...beratlah kemerdekaan itu! bukan hanya tidak terperintah saja, akan tetapi harus juga dapat menegakkan dirinya dan mengatur perikehidupannya dengan tertib. dalam hal ini termasuklah juga mengatur tertibnya perhubungan dengan kemerdekaan orang lain (Ki Hadjar Dewantara, buku kuning, hal.4.)

Pada pekan pendalaman Keyakinan Kelas, maka murid-murid dapat diajak berdiskusi tentang tanggung jawab dan hak masing-masing warga kelas, yaitu apa Tugas Guru dan Bukan Tugas Guru serta Apa Tugas Murid atau Bukan Tugas Murid. Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan dalam mendiskusikan hal tersebut:

  1. Guru akan membuat bagan berisi 4 kotak.
  2. Masing-masing kotak diisi judul: Guru-Tugasnya..., Murid-Tugasnya..., Guru-Tugasnya Bukan.., Murid-Tugasnya Bukan...
  3. Guru bercurah pendapat dengan dua cara: 
    • Mengajak murid berpendapat secara individu, atau
    • Membagi murid dalam 4 atau 8 kelompok, dan setiap kelompok diberikan tugas bercurah pendapat tentang masing-masing tugas/bukan tugas guru maupun murid.
  4. Hasil dari curah pendapat Tugas Saya-Tugas Kamu ditempel di dinding kelas agar dapat dilihat seluruh warga kelas.
    Contoh (hasil curah pendapat guru dan murid-muridnya)
    Tugas Saya (Guru)-Tugas Kamu (Murid) (Kelas 4-8)

 

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai keyakinan kelas sebagai upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam membangun budaya positif di sekolah. Tentunya, untuk mewujudkan hal ini membutuhkan proses yang yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Selain itu, proses ini juga membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan di sekolah.

Jika diperlukan, Bapak/ibu juga dapat mencermati dan mengunduh bahan bacaan tentang keyakinan kelas pada tautan berikut:


Selanjutnya, silakan lanjutkan untuk mempelajari materi Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas.

Bagikan artikel ini:
Ardiansyah

- Penulis -

Assalamu'alaikum wr.wb Selamat datang di blog portofolio. Saya mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT karena dengan izinnya jualah saya...

Berlangganan
Banner