You need to enable javaScript to run this app.

Mulai Dari diri - Modul 1.4

  • Senin, 30 September 2024
  • Administrator
  • 0 komentar
Mulai Dari diri - Modul 1.4

Tujuan Pembelajaran khusus:

  • Mengaktifkan pengetahuan awal apa yang telah dipelajari sebelumnya tentang konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dihubungkan dengan konsep lingkungan dan budaya positif di sekolah. 
  • Mengamati bagaimana sistem rancangan di sekolah masing-masing dapat menciptakan lingkungan positif serta mendukung murid menjadi pribadi yang bahagia, mandiri, dan bertanggung jawab, sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara.

Pengantar

Bapak dan Ibu calon guru penggerak,

Setelah mempelajari modul 1.1, 1.2, dan 1.3, tentunya saat ini Anda sudah memahami bahwa sebagai seorang guru, Anda diibaratkan sebagai seorang petani yang memiliki peranan penting untuk menjadikan tanamannya tumbuh subur.  Anda akan memastikan bahwa tanah tempat tumbuhnya tanaman adalah tanah yang cocok untuk ditanami. Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa,

“…kita ambil contoh perbandingannya dengan hidup tumbuh-tumbuhan seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan seorang pendidik) yang menanam padi misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman padi, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi dan lain sebagainya.” (Lampiran 1. Dasar-Dasar Pendidikan. Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan, Febr. 1937)

Dari uraian tersebut, kita dapat memahami bahwa sekolah diibaratkan sebagai tanah tempat bercocok tanam sehingga guru harus mengusahakan sekolah jadi lingkungan yang menyenangkan, menjaga, dan melindungi murid dari hal-hal yang tidak baik. Dengan demikian,  karakter murid tumbuh dengan baik. Sebagai contoh, murid yang tadinya malas menjadi semangat, bukan kebalikannya. Murid akan mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran bila lingkungan di sekelilingnya terasa aman dan nyaman. Selama seseorang merasakan tekanan-tekanan dari lingkungannya, maka proses pembelajaran akan sulit terjadi.Dengan demikian, salah satu tanggung jawab seorang guru adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan positif yang terdiri dari warga sekolah yang saling mendukung, saling belajar, saling bekerja sama sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan baik; dari kebiasaan-kebiasaan baik akan tumbuh menjadi karakter-karakter baik warga sekolah, dan pada akhirnya karakter-karakter dari kebiasaan-kebiasaan baik akan membentuk sebuah budaya positif.

Cobalah amati lingkungan sekolah Anda sendiri saat ini, bagaimana suasananya? Bagaimana murid-murid saling berinteraksi, bagaimana guru saling bertegur sapa, bagaimana guru menyapa murid, bagaimana guru menyelesaikan suatu permasalahan atau konflik antar murid? Suasana atau budaya yang berkembang di sekolah Anda saat ini, secara tidak langsung menjadi cermin dari tujuan mulia atau nilai-nilai yang sekolah atau institusi Anda anut dan yakini selama ini. Untuk itulah menciptakan lingkungan positif agar terbentuk suatu budaya positif adalah suatu proses perjalanan pendidikan yang harus kita jalani, karena ini merupakan tanggung jawab kita sebagai seorang pendidik, sebagai seorang pemimpin pembelajaran. Suatu lingkungan yang aman dan nyaman akan memberikan murid kesempatan dan kebebasan untuk berproses, belajar, membuat kesalahan, belajar lagi, sehingga mampu menerima dan menyerap suatu pembelajaran. Perlu diingat, selama seseorang merasakan tekanan-tekanan dari lingkungannya, maka proses pembelajaran akan sulit terjadi. Dan salah satu tanggung jawab kita sebagai pendidik adalah menghilangkan atau ‘mencabut’ gangguan-gangguan yang menghalangi proses pengembangan potensi murid.

Pertanyaan 1

Apa pentingnya menciptakan suasana positif di lingkungan Anda?

  1. Meningkatkan kesejahteraan siswa: Suasana positif akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan siswa. Mereka akan merasa lebih nyaman, aman, dan bahagia di sekolah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik mereka.
  2. Mendorong pembelajaran yang efektif: Suasana positif dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran. Guru dan siswa akan lebih termotivasi dan bersemangat dalam mengajar dan belajar, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan produktif.
  3. Membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa: Suasana positif akan membantu memperkuat hubungan antara guru dan siswa. Guru yang menciptakan suasana yang positif akan lebih mudah untuk membangun kepercayaan, menginspirasi, dan memotivasi siswa. Hal ini dapat meningkatkan interaksi dan komunikasi yang baik antara guru dan siswa.
  4. Mencegah perilaku negatif: Suasana positif dapat membantu mencegah timbulnya perilaku negatif di sekolah. Dengan suasana yang positif, siswa akan lebih cenderung untuk menghindari perbuatan menyimpang, seperti kekerasan, bullying, atau pelecehan. Sebaliknya, mereka akan lebih mendorong perilaku yang positif, seperti kerjasama, toleransi, dan saling menghormati.
  5. Membentuk karakter yang baik: Suasana positif dapat membantu membentuk karakter yang baik pada siswa. Dalam lingkungan yang positif, siswa akan terdorong untuk mengembangkan nilai-nilai moral dan etika yang baik, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Hal ini dapat membantu mereka menjadi individu yang lebih baik dan berguna bagi masyarakat.

Pertanyaan 2

Sebagai seorang pendidik dan/atau pimpinan sekolah, bagaimana Anda dapat menciptakan suasana positif di lingkungan Anda selama ini?

suasana positif dimulai dari kesepakatan bersama dengan berfikir positif serta melakukan :

  1. membangun hubungan yang baik dan saling menghormati dengan semua anggota sekolah, baik siswa, guru, maupun staff.
  2. mendengarkan dan memberikan perhatian pada masukan dari seluruh anggota sekolah.
  3. menciptakan budaya inklusif dan mendukung keberagaman

Pertanyaan 3

Apakah hubungan antara menciptakan suasana yang positif dengan proses pembelajaran yang berpihak pada murid?

Menciptakan suasana yang positif dalam proses pembelajaran sangat berperan penting dalam mendukung perkembangan murid, yaitu :

  • Merasa lebih nyaman, termotivasi, dan terbuka untuk belajar dengan lebih baik.
  • Menciptakan rasa percaya diri dan kesempatan bagi murid untuk berekspresi secara bebas.
  • Merasa lebih aman untuk mengemukakan pendapat, bertanya, serta berbagi ide-ide mereka.
  • Memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pertanyaan 4

Bagaimana penerapan disiplin saat ini di sekolah Anda, apakah sudah diterapkan dengan efektif, bila belum, apa yang menurut Anda masih perlu diperbaiki dan dikembangkan?

Menurut saya penerapan disiplin saat ini di sekolah saya belum maksimal dan efektif, masih perlu dilakukan perbaikan terutama mengenai menumbuhkan kesadaran dari dalam diri murid agar mereka merasa disiplin itu bukan sekedar paksaan atau aturan yang harus ditaati tetapi kebiasaan sehingga menjadi karakter di dalam diri mereka. Peran guru sangat penting dalam hal ini untuk membangunnya untuk mendapat fungsi dua arah menuju berfikir positif

Refleksi

Bapak dan Ibu calon guru penggerak, 

Selanjutnya Anda dapat melakukan pengamatan dan refleksi terhadap bagaimana kita dapat menciptakan sebuah budaya positif, dengan melakukan serangkaian kegiatan di bawah ini:

  1. Sediakan waktu khusus, pejamkan mata, dibantu musik instrumental yang sesuai, kemudian bayangkan sekolah impian Anda. Ingat kembali gambaran sekolah impian yang Anda tulis saat mempelajari modul 1.3. Bagaimana suasana sekolahnya? Bagaimana sikap gurunya? Bagaimana tutur kata guru? Bagaimana guru bersikap kepada murid-muridnya? Bagaimana sikap murid-muridnya, bagaimana mereka saling berinteraksi, terhadap Anda, sebagai pimpinan sekolah dan terhadap guru-guru yang lain? 
  2. Untuk mewujudkan sekolah impian tersebut, bila Anda adalah seorang pemimpin di sekolah Anda,  bagaimana Anda akan menciptakan sebuah lingkungan yang positif di sekolah Anda?  Apa strategi yang akan Anda pilih? Bagaimana Anda akan menerapkan disiplin positif, apa yang perlu kita lakukan terlebih dahulu? Tentunya, salah satu hal yang paling penting adalah kita perlu menghilangkan rasa takut dalam diri murid-murid sehingga mereka merasa aman dan nyaman berada di sekolah, dan bahwa membuat kesalahan adalah suatu proses pembelajaran itu sendiri. Hanya dengan demikian, semua murid dapat belajar dengan rasa tenang, tanpa tekanan dan nyaman.

Sekolah impian merupakan  tempat di mana setiap murid merasa diterima, didukung, dan diberdayakan untuk mencapai potensi penuh mereka. 

Suasana sekolah impian adalah tempat di mana setiap murid merasa diterima, aman, dan termotivasi untuk belajar. Lingkungan yang inklusif, dukungan sosial-emosional yang kuat, disiplin yang membangun, serta fasilitas yang modern dan ramah lingkungan menciptakan fondasi yang ideal untuk pendidikan yang optimal. 

Guru di sekolah impian tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, dan teladan bagi murid. 

Tutur kata guru di sekolah impian harus mencerminkan empati, penghargaan, dan dukungan, sekaligus mendorong dan menginspirasi murid. 

Sikap guru terhadap murid di sekolah impian mencakup empati, dukungan, keadilan, inklusivitas, dan komitmen terhadap perkembangan holistik murid. 

Sikap murid di sekolah impian mencakup rasa hormat, tanggung jawab, motivasi, kolaborasi, disiplin, keterbukaan, empati, kemandirian, partisipasi, dan kesadaran diri. 

Interaksi antar murid di sekolah impian didasarkan pada rasa hormat, kerjasama, empati, komunikasi terbuka, inklusivitas, dan penghargaan. 

Interaksi murid dengan guru mencakup rasa hormat, keterbukaan, partisipasi aktif, tanggung jawab, penghargaan, empati, inisiatif, dan dukungan. 

Interaksi murid dengan kepala sekolah mencakup rasa hormat, kejujuran, partisipasi aktif, penghargaan, tanggung jawab, inisiatif, dukungan, empati, dan pembelajaran. 

Harapan untuk Diri Sendiri

Apa saja harapan-harapan yang ingin Anda lihat berkembang pada diri Anda, sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang memiliki pengaruh pada warga sekolah, terutama murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?

yang saya harapkan adalah :

  • Sebagai seorang pemimpin saya berharap bisa membantu muriduntuk berdisiplin positif.
  • Dapat memberikan informasi positif setiap hari kepada murid.
  • Dapat membantu sekolah untuk menemukan talenta dan potensi dari para murid.
  • Dapat mengembangkan pembelajaran yang bermakna, bisa mewujudkan pendidikan karakter diantara murid dengan optimal.
  • Dapat mempersiapkan murid untuk selalu siap menghadapi tantangan di kehidupan nyata baik secara ilmu pengetahuan, fisik dan mental, lahir dan batin.

 

Harapan pada Murid

Apa saja harapan-harapan yang ingin Anda lihat berkembang pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?

Harapan saya terhadapat murid :

  1. Murid dapat menginterprestasikan nilai-nilai budaya positif seperti, kerjasama, senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, toleransi dan empati dengan teman dan guru serta orang lain disekitarnya
  2. Murid dapat berkomunikasi dengan baik, mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain
  3. Murid dapat menerapkan konsep-konsep budaya positif dalam kehidupan sehari-hari
  4. Murid dapat mengurangi stress dan tekanan dalam hidup dengan adanya tekhnik-tekhnik relaksasi / meditasi dalam budaya positif sehingga dapat mengendalikan emosional dan menjaga kesejahteraan mental dalam dirinya
  5. Murid menjadi percaya diri dan mampu memahami dirinya terhadap orang lain sehingga menimbulkan motivasi dalam hidupnya
  6. Dengan adanya budaya positif murid dapat mengetahui dan mengembangkan minat dan bakatnya serta menimbulkan semangat terus belajar dalam kehidupannya
  7. saya juga berharap murid memiliki sikap yang selalu ingin bertanya dan kritis terhadap penyelesaian masalah yang ada pada dirinya, serta mampu membantu temannya dalam mengatasi masalah dengan baik.

Ekspektasi

Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Saya berharap pada modul 1.4 ini dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun di sekolah.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Ardiansyah

- Penulis -

Assalamu'alaikum wr.wb Selamat datang di blog portofolio. Saya mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT karena dengan izinnya jualah saya...

Berlangganan
Banner