Eksplorasi Konsep - Modul 3.2 - Pertanyaan Pemantik
- Selasa, 03 Desember 2024
- Administrator
- 0 komentar
Setelah kita membaca penjelasan tentang pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset, ayo kita lihat ulang jawaban dari pertanyaan pemantik sebelumnya. Selanjutnya mari kita jawab pertanyaan yang disajikan.
Pendekatan pengembangan komunitas berbasis asset sangat bisa untuk mengelola sumber daya sekolah. Sekolah merupakan komunitas yang terdiri dari pendidik, tenaga pendidik, murid, kepala sekolah, komite dan pengawas sekolah yang selalu berinteraksi satu sama lain dan saling membutuhkan. Unsur-unsur yang ada di sekolah merupakan asset yang dimiliki sekolah.
Potensi berupa asset/kekuatan yang dimiliki sekolah dapat digali, dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kemajuan sekolah. Kekuatan/asset yang dimiliki sekolah dapat digunakan sebagai pedoman untuk merancang sebuah visi untuk meningkatkan kualitas sekolah. Kekuatan tersebut dimanfaatkan untuk melaksanakan aksi nyata dari visi yang telah dirancang sebelumnya. Potensi tersebut dimaknai sebagai penunjang hidup untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan kehidupan sekolah. Sekolah selalu terus berusaha untuk dapat memberdayakan kekuatan/asset yang dimiliki dan membangun keterikatan antar asset tersebut supaya lebih berdaya guna.
Perlu sekolah merupakan bagian dari komunitas. Dari telaah diatas maka dapat memaknai bahwa Pendekatan pengembangan komunitas berbasis asset dapat diganti dengan Pendekatan pengembangan sekolah berbasis asset atau Pendekatan pengembangan komunitas berbasis asset, sekolah pun sudah tercakup di dalamnya.
Warga sekolah pasti memiliki harapan dan keinginan untuk melihat dan merasakan perubahan yang terjadi dalam lingkungan. Apalagi jika kondisi lingkungan sekolah tidak ideal sesuai dengan harapan. Perubahan akan terjadi secara maksimal jika dilakukan oleh seluruh unsur yang ada dalam sekolah serta seluruh unsur yang ada di sekolah merupakan asset dimiliki.
Setiap warga sekolah memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan sekolah, menjaga hubungan harmonis, dan memajukan kesuksesan suatu program yang akan dan sedang dilakukan. Guru harus menjaga hubungan harmonis dengan guru lain, dengan kepala sekolah, dengan tenaga kependidikan, dengan seluruh stakeholder yang terlibat terutama menjaga keharmonisan dengan muridnya dan begitu pun sebaliknya. Hal tersebut merupakan proses yang terjadi untuk menciptakan kerhamonisan dan konduktifitas lingkungan sekolah dengan memanfaatkan asset yang ada di sekolah.
Dalam mengelola sumber daya yang dimiliki selama ini lebih cenderung dan lebih sering berfokus pada kekurangan, masalah dan keinginan sangat jarang melihat dari sisi kekuatan yang dimiliki. Dalam menghadapi masalah pun di sekolah lebih mengacu terhadap masalah utama tidak membayangkan bagaiman masa depan nantinya. Kalimat yang sering muncul ketika menghadapi permasalahan adalah "ada masalah apa? Pertanyaan tersebut mengarah terhadap pencarian kekurangan dan kesalahan. Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah "terus bagaimana cara menyelesaikannya?". Pertanyaan yang menciptakan kondisi pasif dan hanya menerima tanpa berusaha terlebih dahulu mengerahkan segala kekuatan untuk menyelesaikannya dan memaksimalkan segala potensi yang dimiliki, yang menjadikan lingkungan aktif responsif.
Sehingga harus ada usaha mengubah paradigma yang berkembang di lingkungan ketika menghadapi permasalahan dengan mengubah pertanyaan awal. Pertanyaan yang dapat membangkitkan kekuatan, meningkatkan potensi, seperti "apa yang telah berhasil dilakukan?" dan "bagaimana mengupayakan lebih banyak hasil lagi?".
Bahkan kita selalu mencari bantuan atau dukungan ketika kita dihadapkan dengan suatu kondisi yang menyulitkan atau tidak nyaman. Sangat jarang berusaha untuk mencoba menggali potensi dan kekuatan sendiri yang dimiliki untuk menghadapi kondisi yang tidak nyaman. Berusaha mandiri untuk memaksimalkan kekuatan yang dimiliki untuk merubah keterpojokan dan ketidaknyaman menjadi situasi yang aman, damai, nyaman dan kondusif.
Jadi sebetulnya selama ini yang dilakukan belum mengarah terhadap upaya untuk menggunakan Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset.
Sebagai pembelajar sepanjang hayat dan pemimpin pembelajaran yang merupakan seorang pendidik harus belajar dan berupaya untuk menggunakan pendekatan sekolah berbasis asset. Begitu pun seluruh elemen yang terdapat di sekolah harus melakukan Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dengan cara, sebagai berikut:
- Fokus pada aset dan kekuatan
- Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan
- Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan
- Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan)
- Membayangkan masa depan
- Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan yang diimpikan.
Cara tersebut merupakan pendekatan yang dilakukan sekolah dengan Berbasis Aset untuk mengelola sumber daya yang tersedia di sekolah